Dilematis penghapusan pajak makanan dan pelaksanaan nya

Benarkah pajak makanan dan minuman akan di hapuskan ??

Nasi Pecel Ndeso Mantap

Hhmm…sering kali kalau saya makan di suatu tempat makan yang cukup mewah dengan suasana yang nyaman ber AC dan tenang, di iringi dengan musik yang santai senantiasa membuat selera makan saya meningkat, apalagi jika makanan yang disajikan adalah menu favorit perut saya nasi pecel dengan peyek kacang atau ikan teri dan segelas teh manis hangat…hmmhmm bukan main nikmat nya. Namun begitu saya kenyang dan selesai makan saya hendak membayar makanan di kasir, tidak jarang saya di kagetkan dengan 1 item yang tidak pernah saya pesan namun saya bayar…yaitu PPN alias Pajak Pertambahan Nilai yang besaran nominalnya mengikuti besarnya total makanan yang saya harus dibayar. Aneh juga ya item 1 ini tidak pernah dipesan dan dinikmati tapi harus bayar..hahaha… tapi mau di kata apa, memang salah satu penghasilan Negara adalah dari pajak dan PPN ini salah satu nya.

Dalam benak saya berfikir, dengan adanya ppn 10% dari total bayar ini nanti nya digunakan untuk apa ya.??? Sedangkan saat ini saja terjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah dalam hal ini departemen keuangan atau lebih spesifik dinas perpajakan tentang ada nya “MARKUS” alias makelar kasus perpajakan. Dengan di tangkapnya beberapa orang yang menjadi calo pajak baik di lingkup pajak dan penegak hukum lain nya. Aneh memang orang yang paham dengan aturan malah melanggar aturan, lalu apa fungsinya aturan itu ya..hehehehe …

Denger denger nich mulai awal bulan april ini pajak ppn di makanan dan minuman itu akan dihapus..?? bener ndak ya, apa jangan jangan cuma ganti nama atau ganti istilah saja ?? hehehe..kemudia saya mencari beberapa referensi nya akhir nya saya mendapat beberapa pencerahan diantaranya kabar tentang selama ini restoran, rumah makan, kena pajak dari pemerintah daerah peraturan pajak dan retribusi daerah (PDRD) pemerintah daerah (pemda) setempat.

 

Kopi hangat nikmat

Kemudian, kalau mereka (hotel dan restoran) ambil mamin dari produsen, akan dikenai pajak lagi 10 persen. Kalau tidak mau kena pajak, harus bikin produk sendiri misal kecap dengan kemasan sendiri, sausnya beli langsung dari petani nanti dikemas sendiri,” kata Penasihat Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Thomas Dharmawan, di Jakarta, Selasa (20/4/2010). Pantas aja Selama ini saya menginap di hotel atau pun tempat singgah yang bertaraf nasional atau internasional selalu saya dapati sabun, pasta gigi, sandal kamar dengan merk atau label sendiri, bahkan sabun cuci pakaian pun yang pernah saya minta ke petugas hotel juga merk nama hotel itu sendiri…hehehe baru tau saya kenapa seperti itu. Maka dari itu, saat ini konsumen belum dapat melakukan komplain jika masih ada restoran atau rumah makan yang memunggut pajak. Karena kurang nya sosialisasi dari petugas terkait.

Karena sosialisasi yang kurang ini kembali lagi konsumen yang harus dirugikan, kenapa kita tetap harus membayar ppn sampai  peraturan pemerintah (PP) nya keluar dan di getok palu oleh DPR. Karena PP merupakan peraturan penjelasan mengenai UU tersebut secara teknis. Nantinya  PP yang keluar tersebut akan menjelaskan UU nomor 42 tahun 2009 dan merupakan penganti PP nomor 7 tahun 2007. Diharapkan PP pengganti tersebut nantinya tidak akan mengalami banyak perubahan, pasalnya PP nomor 7 tersebut mengatur tentang  Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Tentunya hal ini banyak menuai protes terutama dari kalangan konsumen pengguna jasa hotel dan restaurant terutama dari yayasan konsumen YLKI. Harusnya kalau ppn sudah dihapuskan itu ya jangan ditarik lagi oleh mereka (hotel & restaurant) sebab itu melanggar aturan dan merupakan bentuk illegal, sebab kemana perusahaan itu menyetor kan pajak nya juga tidak jelas, malah malah bisa di salah gunakan jelas salah satu pengurus harian YLKI Tulus Abadi. Satu pertanyaan besar dalam

Sedaapp.. apalagi tanpa PPN

pikiran saya, masyarakat atau konsumen hotel dan restaurant tahu ndak ya tentang peraturan baru ini ?? harus nya sebagai konsumen kita bisa proaktif mencari informasi dan berita seperti yang saya lakukan, Cuma yah berapa persen yang mau memikirkan soal 10% ppn dalam struk belanja makanan nya..hhmm…. dan satu lagi bisa kah kita atau saya
sebagai konsumen melakukan komplain ke perusahaan bila kita masih di kenai ppn ini dan apa sanksi bagi mereka yang melanggar ? Perdata kah, dengan mengembalikan pajak yang mereka ambil ?? atau Pidana seperti kasus yang terjadi pada Gayus dan kawan kawan yang saat ini sedang diproses di lembaga lembaga penegak hukum…??? Kita tunggu saja tanggal main nya…

Dari Berbagai sumber

  1. Semoga cepet gda lagi pajak makanan thu ya Ko????? Maka nya banyak orang bilang klo makan di resto thu g enk soal nya kena pajak sieh.hehehehe!!!!!!

  2. jog_sin says:

    kita ini emang skr susah mau gini gitu ngak percaya.gini gman klo pajak kita kelola sendiri trus nanti penyalurannya kita salurkan ke panti asuhan atau ke sekolah sekolah atau juga untuk bangun jalan sendiri.enak kan ………

  3. Ini tulisannya bagus. Sayangnya tidak menjelaskan kelanjutan dari “penghapusan” PPN terutama pada makanan / minuman yang sekarang namanya berubah menjadi Pajak Restauran, Pajak AB dsb.

  4. captain06 says:

    wah..buat jog_sin,kalo pajak kita kelola sendiri kebanyakan ga jalan nya..alias pasti ga akan pernah terealisasi..sebenarnya kalo pajak makanan ada manfaat buat kita, it’s ok..tapi kalo ga ada manfaat,buat apa ada pajak makanan..itu opini dari saya,thx..

  5. Terima kasih banyak atas komentarnya bapak Yoga, kami akan berusa melanjutkan tulisan tentang dilematis pajak makanan ini, hanya saja kami masih menunggu konfirmasi dari sumber yang berkompeten dan berkaitan langsung dengan hal tersebut, diantaranya Dispenda jatim, Dinas pajak, dan pihak lain. Setelah kami mendapat informasi dan juga survei lapangan kami akan memposting beritanya. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas perhatian bapak Yoga.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sepeda Motor Bakal Dilarang Pakai BBM Bersubsidi | Barcode Scanner, Program Toko, Printer Kasir - Alexindo Enterprise - [...] dengan yg umurnya uzur tapi irit bahan bakar atau juga ganti aja dengan sepeda yang menggunakan BBM nasi pecel…

Leave a Reply